Rabu, 26 Mei 2021

Bekam Tanduk Sapi, Pengobatan Alternatif di Sudut Pasar Kotagede Yogyakarta

Bermodalkan keahlian dan alat bekam tradisional, Pak Amir pria asal Temanggung ini mencari nafkah di pinggiran sudut Pasar Kotagede Yogyakarta. Membawa 1 buah koper yang penuh dengan alat pengobatan tradisional. Pagi sebelum sinar matahari mulai terik, pria paruh baya ini sudah menata lapak kecilnya.



Mendirikan tenda berwarna biru untuk menaungi panas terik matahari. Bagian bawahnya beralas tikar untuk menutupi panasnya jalan. Lapak ini memang sederhana, ukurannya yang kecil hanya mampu memenuhi sekitar 3-4 orang saja.

Tetapi jangan salah, meski kecil dan sederhana. Lapak Pak Amir ini selalu ramai pengunjung. Baru di buka sejak jam 6 pagi pengunjung sudah mengantre. Mencoba merasakan khasiat pengobatan alternatif bekam tanduk sapi.

Duduk bersila dan telanjang dada, punggung pasien tertancap tanduk-tanduk sapi. Tanduk-tanduk sapi ini dipasang sesuai perhitungan dan keluhan yang dialami pasien. Selain tanduk sapi, Pak Amir juga menyediakan bekam biasa.

Keluhan pasien berbagai macam, ada yang sakit kepala, pegal linu atau sekedar penasaran sensasi bekam dengan tanduk sapi ini.Sesudah menjalani terapi bekam, pasiennya bakal merasakan perubahan kondisi tubuhnya dan merasa nyaman.

Sambil bercengkrama dengan pasien. Pak Amir menerapi pasiennya. Fokus, menentukan titik punggung mana yang akan diletakkan bekam. Dalam spanduk yang Ia pasang di lapaknya. Tertulis bekam tanduk sapi ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Setidaknya, ada 30 penyakit yang Ia klaim bisa disembuhkan. Dari penyakit ringan seperti rambut rontok sampai penyakit jantung. Untuk sekali bekam harganya sekitar Rp 40-50 ribu saja.

Bekam dengan menggunakan tanduk binatang ini sangat digemari pasien. Terapi bekam tanduk sapi memiliki fungsi yang sama dengan bekam biasa, yaitu mengeluarkan racun tubuh melalui darah kotor yang disedot keluar melalui media tanduk. Tanduk dipanaskan terlebih dahulu dengan api, kemudian ditaruh di atas kulit pasien.

Terapi bekam mengenakan tanduk rupanya sudah ada sejak dulu. Di Tiongkok, bekam tanduk telah dilakukan sejak abad ke-18. Enggak bisa dipungkiri, bekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang cukup populer. Pengobatan tersebut pun banyak diminati berbagai kalangan karena memiliki segudang manfaat kesehatan.



Selama puluhan tahun lamanya, Amir asal Temanggung ini mengadu nasib di Kota Pelajar Yogyakarta. Menjadi terapi bekam tradisional. Pria paruh baya ini bisa dijumpai di Pasar Kotagede Yogyakarta setiap Pasaran Legi, setiap 5 hari sekali. Letak persisnya di sebelah timur Pasar Kotagede.



Sedangkan saat Pasaran Pahing, Amir berada di Pasar Sleman Yogyakarta. Pria paruh baya ini membuka lapaknya sejak jam 6 pagi dan menutup lapaknya saat matahari mulai meninggi sekitar jam 12 siang, setelah azan Zuhur berkumandang.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inilah Yang Terjadi Jika Virus Corona Terus Bermutasi & Menyebar, Ini Yang Akan Terjadi di Seluruh Dunia

Jika pandemi virus corona terus menyebar ke seluruh dunia, vaksin bisa menjadi tidak efektif dan varian-varian virus yang ada mampu menghind...